Selasa, 29 Januari 2013


BENARKAH RASULULLAH LAHIR PADA TANGGAL 12 RABI’UL AWAL?

Saat ini saya berada di bulan Rabi’ul Awwal 1434 H. Bulan ini begitu diagungkan oleh ummat islam, karena dibulan inilah Penutup Para Nabi –shalallahu ‘alaihi wa sallam- dilahirkan.

Para ulama Ahlusunnah sepakat bahwa Rasulullah dilahirkan pada hari senin dibulan ini, sebagaimana dalam hadits:

عن أبي قتادة الانصاري رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم سئل عن صيام يوم الاثنين فقال: (( ذاك يوم ولدت فيه ويوم بعثت فيه أو أنزل علي فيه )). رواه مسلم.

Dari Abu Qotadah Al Anshariy –radliallahu’anhu- bahwasannya rasulullah –shalallahu ‘alaihi wa sallam- ditanya tentang puasa pada hari senin? Maka beliau bersabda: (( itu adalah hari aku di lahirkan dan hari aku diutus, atau di turunkannya wahyu kepadaku )). [diriwayatkan oleh Muslim].

Al Imam Ibnul Qoyyim -rahimahullah- berkata: “Tidak ada perbedaan pendapat bahwasannya beliau –shalallahu’alaihi wa sallam- lahir di jantung kota Makkah dan konon lahirnya di tahun gajah” [Zaadul Ma’ad]. Betepatan pada Tahun 571 Masehi, ada yang mengatakan 570 Masehi.

Akan tetapi mereka berbeda pendapat tentang ketetapan tanggalnya..?!


Pendapat pertama mengatakan: beliau lahir pada tanggal 2 Rabi’ul Awal, ini adalah pendapat Ibnu Abdil Barr, berdasarkan atas riwayat Al Waqidiy dari Abu Ma’syar Najih bin Abdurrahman Al Madini. [ lihat Kitab: Al Isti’aab (1/59)].

Pendapat kedua mengatakan: beliau lahir pada tanggal 8 Rabi’ul Awal,dan ini adalah pendapat Ibnu Hazm (dalam kitab “Jawami’us Sirah” karya Ibnu Hazm, hal. 7). Dan juga dalam riwayat Malik dari Muahammad bin Jubair bin Muth’im, Ibnu Abdil Barr menukil dalam kitabya Al Isti’aab tentang penshahihan ahli Az Zaij (yakni Para Ahli Falak) baginya, juga menurut Al Hafidz Al Kabir Muhammad bin Musa Al Khawarzumiy, dan di rajihkan oleh AL Hafidz Abul Khaththab Ibnu Dahiyyah dalam kitabnya “At Tanwir fii Maulidil Basyir wan Nadzir ”.

Pendapat Ketiga mengatakan: beliau lahir pada tanggal 10 Rabi’ul Awal, dan ini adalah perkatan Asy Sya’biy dan Abu Ja’far Muhammad Al Baqir.

Pendapat keempat mengatakan: beliau lahir pada tanggal 12 Rabi’ul Awal, demikian yang dicatat oleh Ibnu Ishaq, di dalamnya ada riwayat Ibnu Abi Syaibah dari Ibnu Abbas dan Jabir, dan pendapat inilah yang masyhur bagi kebanyakan ulama dan muslimin.

Pendapat kelima mengatakan: beliau lahir pada tanggal 17 Rabi’ul Awal, ini adalah perkataan syi’ah.

Tetapi Az Zubair bin Bakkar menyelisihi Jumhur ulama dan muslimin, dimana Ia menyangka bahwasannya beliau –shalallahu alaihi wa sallam- lahir pada bulan Ramadhan, pendapatnya ini berdasarkan atas bahwa awal pertama kali turunnya wahyu adalah pada bulan Ramadhan tanpa ada perselisihan ulama, dan itu terjadi sekitar 40 tahun dari umur beliau, oleh karena itu dapat di prediksikan kelahiran beliau pada bulan ramadhan.

(inilah ringkasan dari beberapa pendapat yang telah disebutkan oleh Ibnu katsir dalam kitab beliau “Al Bidayah wan Nihayah” 2/242-243).

Tidak ada maksud tertentu bagi saya dalam penelitian tentang hari lahirnya Rasulullah –shalallahu’alaihi wa sallam- kecuali hanya ingin mengisyaratkan saja bahwa para ulama tidak bersepakat atas kelahiran Nabi Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib Al Qurasy Al Hasyimiyshalallahu ‘alaihi wa sallam- pada tanggal 12 Rabi’ul Awal, terlebih lagi untuk memperingatinya dalam sebuah perayaan..!!!


Akan tetapi pendapat yang mengatakan bahwa kelahiran beliau pada tanggal 8 Rabi’ul Awal adalah lebih kuat dan lebih rajih berdasarkan beberapa perkara:
  1. Bahwasannya tanggal tersebut adalah yang di nukil oleh Malik, Uqail, dan Yunus bin Yazid –mereka semua- dari Az Zuhriy dari Muhammad bin Jubair bin Muth’im.. dan sungguh Al Imam Muhammad Nashiruddin Al Albaniy condong dengan pendapat ini, bersandarkan dengan tashih beliau terhadap atsar ini dalam kitab “Shahih Sirah An Nabawiyah” (Hal.13).
  2. Bahwasannya riwayat ini di kuatkan/didukung oleh perhitungan dan penelitian ahli falak, sebagaimana yang telah dinukil oleh Ibnu Abdil Barr -rahimahullah-. [lihat Al Bidayah wan Nihayah cetakan Turki (3/373)].
  3. Dan juga sesunggunya pendapat ini di rajihkan oleh sejumlah ulama dan peneliti dari kalangan ahli ilmu, seperti Ibnu Hazm, Al Hafidz Al Kabir Muhammad bin Musa Al Khawarzumiy dan Al Hafidz Ibnu Dahiyyah.



Wallahu a’lam..
Yang senantiasa mengharapkan ampunan Allah
Abujarir Al Andunisiy.